HomeKlinik Hukum

DEPORTASI TERHADAP WARGA NEGARA ASING DI WILAYAH INDONESIA DALAM KAITANNYA DENGAN HAK ASASI MANUSIA

DEPORTASI TERHADAP WARGA NEGARA ASING DI WILAYAH INDONESIA DALAM KAITANNYA DENGAN HAK ASASI MANUSIA

Warga negara asing yang melanggar keimigrasian di wilayah Indonesia tetaplah manusia yang memiliki hak asasinya. Deportasi seringkali  menjadi  tindakan  jalan  pintas  dalam suatu  kasus  yang dilakukan  warga  negara asing  di  Indonesia,  padahal  deportasi bukanlah  satu-satunya  tindakan  hukum  yang  dapat  diterapkan.

Hal ini bisa saja melanggar hak asasi manusia untuk dapat diadili dan  didengar  pembelaannya  di hadapan Pengadilan.  Mengatasi permasalahan  ini  penegak  hukum  keimigrasian  memiliki  peran yang penting  dalam  penegakan  hak  asasi  manusia bagi warga negara asing tersebut dengan cara melakukan proses hukum selaras dengan ketentuan    peraturan    perundangan,    prinsip kemanusiaan dan kode etik profesinya sebagai pegawai imigras.

Warga  Negara  Asing Yang  memasuki  suatu  wilayah  dí  luar negaranya harus turut mengikuti peraturan perundang – undangan dari     suatu     negara     yang     dimasukinya     sebagai     bentuk penghormatan  kedaulatan  negara tersebut. Perpindahan  penduduk  yang  semakin  mudah didasari akibat pemetaan negara-negara yang sudah berubah dan juga    perubahan    struktur    organisasi    masyarakat.   

Tujuan perpindahan  penduduk  inipun  beragam  dari  hanya  untuk  tujuan wisata atau sebagai turis, hingga tujuan untuk menetap di negara Warga  Negara  Asing Yang  memasuki  suatu  wilayah  dí  luar negaranya harus turut mengikuti peraturan perundang – undangan dari     suatu     negara     yang     dimasukinya     sebagai     bentuk penghormatan  kedaulatan  negara tersebut.

Dalam  menyikapi perpindahan   penduduk   antar   negara   ini, Indonesia memiliki berbagai  regulasi  dan  prosedur  dalam  menerima  penduduk  yang berkewarganegaraan  asing  untuk  datang  ke  Indonesia. Regulasi yang diterapkan tentu suatu cerminan dari negara Indonesia yang dilandasi   dengan   konstitusi UUD NRI 1945. Hal   ini   perlu dilaksanakan   secara   tegas   guna   menghindari   permasalahan hukum   yang   dapat   mengganggu   keamanan   dan   pertahanan negara. 

Terlebih  penting  lagi  adalah  regulasi  ini menunjukkan kedaulatan negara     Indonesia     di     mata     dunia. Dengan kedaulatannya  ini,  Indonesia  berhak  menjalankan  regulasi  yang dimilikinya   secara   mutlak   terhadap   penduduk   imigrasi   yang datang  ke  Indonesia  walau  tidak  membatasi hak  asasi dari warga negara asing tersebut.

Deportasi  Terhadap  Warga  Negara  Asing Ditinjau  Dari Pengaturan Hak Asasi Manusia

Deportasi   erat   kaitannya   dengan   bidang   keimigrasian sehingga  sedikit  banyak  lebih  diatur dalam  Undang-undang  No. 6 Tahun  2011 tentang  Keimigrasian. Deportasi  merupakan  suatu tindakan  administratif  keimigrasian  yang  dilaksanakan  secara paksa  untuk  mengeluarkan warga  negara  asing yang  melakukan ataupun  diduga  melakukan kegiatan  berbahaya  atas  ketertiban umum  dari  wilayah  Republik  Indonesia  dimana  pelaksanaannya hanya diberikan kewenangannya kepada pejabat keimigrasian.

Pelaksanaan  deportasi  dapat pula dilaksanakan terhadap orang  yang  memiliki  riwayat  tindakan  hukum  di  negara  asalnya, sehingga Indonesia memiliki wewenang untuk mendeportasi warga negara  asing di  guna  melanjutkan  pelaksanaan  hukum  yang seharusnya  di  negara  asal warga  negara  asing tersebut (Pasal  75 ayat (3)).

Berkaitan dengan izin tinggal, tertuang jelas dalam Pasal 78 ayat (1) UU  Keimigrasian  bahwa warga  negara  asing hendaknya mengurus surat ijin tinggal. Lebih lanjut dijelaskan apabila sudah dipegang, maka warga negara asing ini memiliki hak untuk tinggal di  wilayah  Indonesia  sesuai  dengan batas  waktu  yang  tertera.

Apabila setelah habis masa berlaku dari Izin Tinggal, warga negara asing tersebut   masih   mendiami   wilayah   Indonesia   terhitung kurang  dari  60  hari  diluar  batas  waktu  Izin  Tinggal,  maka warga negara   asing tersebut   dapat   dibebankan   biaya   beban   yang bersesuaian dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selanjutnya Lebih dari 60 hari terhitung dari habisnya masa berlaku Izin Tinggal, warga negara asing tersebut masih mendiami wilayah    Indonesia    maka    Indonesia    memiliki    hak untuk melaksanakan   Tindakan   Administratif   seperti   mengembalikan warga   negara   asing tersebut   dengan   cara   deportasi   maupun dengan  penangkalan.

Negara berhak  untuk  mendeportasikan warga  negara  asing tersebut    tetapi    juga    dibatasi    oleh    prinsip-prinsip    hukum internasional  terhadap  perlakuan  warga  negara  asing  dengan diadakannya    perjanjian    internasional. Walaupun    Indonesia sebagai negara penerima imigran memiliki hak untuk memberikan tindakan  hukum terhadap warga  negara  asing yang  berada  di wilayahnya,  namun  hak  ini  tentu  dibatasi  oleh  hak  imigran  itu sendiri  yang  memiliki  hak  asasi  manusia. 

Walaupun  deportasi merupakan  suatu  tindakan  paksa,  tetapi  implementasinya  tidak boleh melewati nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasinya. Walaupun   deportasi   merupakan   suatu   tindakan paksa,  tetapi  implementasinya  tidak  boleh  melewati  nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasinya. Indonesia  sendiri   menjamin  hak  asasi   manusia dengan memiliki Undang-Undang  No.  39  Tahun  1999 tentang  Hak  Asasi Manusia khususnya dalam  pasal  34  bahwa “Setiap  orang  tidak boleh diasingkan atau  dibuang  secara  sewenang-wenang” yang bersumber  dari  Pasal  9 Universal  Declaration  of  Human  Rights.

Konsep-konsep mengenai  hak  asasi  manusia  secara  fundamental Dari cikal bakal inilah hendaknya hak asasi manusia  diakui  dan dilindungi  oleh negara-negara  anggota PBB sebagai negara yang bermoral. Diharapkan Indonesia dan negara-negara anggota PBB lainnya  dapat  memajukan  dan  menegakkan prinsip  ini sebagai  bentuk  perlindungan  hak  asasi  manusia di seluruh  negara.

Sifatnya  yang soft  law tidak  membuat  UDHR memiliki kekuatan yang tidak mengikat. Walaupun   negara   memiliki yurisdiksi  untuk  mendeportasi warga  negara  asing,  tetapi  tetap hak  ini  dibatasi  oleh  hak  asasi  yang  dimiliki warga  negara  asing itu  sendiri.  Dengan  melaksanakan  deportasi  secara  cepat  tanpa melakukan  penyelidikan  bukti-bukti  secara  lengkap,  tentu  sudah melanggar  hak  asasi  manusia  yang  bersesuaian  dengan  Pasal  10 UDHR.

Walaupun anggota keluarga melakukan  tindakan  yang  membuatnya  harus  dideportasi,  proses deportasi   tidak   dapat   dilakukan   secara   massal.   Pelaksanaan penyelidikan  dan  penyidikan  harus  diproses  secara  terpisah  dan sendiri-sendiri.

Dengan regulasi UU keimigrasian ini,   Indonesia   sebagai   negara   yang menerima   imigran warga   negara   asing memiliki   hak   untuk menerima, menolak dan mengembalikan warga negara asing itu ke negara   asalnya,   sebagai   bentuk   kedaulatan   negara   terhadap wilayah teritorialnya. Namun dalam pelaksanaan deportasi, warga negara asing tidak boleh dikembalikan dengan cara semena-mena terlebih lagi memperoleh tindak kekerasan.

Sumber Artikel:

https://ocs.unud.ac.id/index.php/Kerthanegara/article/view/59014/34301

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
Open chat
Chat